Sementara itu, Wakil ketua DPRD Kota banjarmasin, Matnor Ali, meminta semua pihak untuk tetap mengutamakan faktor kesehatan siswa dan pendidik.

"Kedepankan kesehatan semua yang terlibat dalam pembelajaran tatap muka dengan memperketat protokol kesehatan," tegas politisi dari Partai Golkar ini.

Matnor Ali (wartabanjar.com/istimewa)

Matnor Ali menekankan, rapid test antigen bagi tenaga pengajar agar dilaksanakan sesuai ketentuan dan transparan. "Bila ditemukan ada yg reaktif tidak boleh mengajar," tandasnya.

"Harus sesuai prokes dan lebih diperketat, harus diawasi betul-betul saat pembelajaran tatap muka berlangsung, jangan sampai ada klaster baru," tandasnya lagi. (why)

Editor: Erna Wati

Berita Sebelumnya Penjelasan BPOM Terkait Keamanan Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia
Berita Selanjutnya Distribusi Vaksin Covid-19 ke Seluruh Indonesia Dongkrak IHSG