Warta Jumat : Mengingat Allah disaat Manusia Lalai

Adapun pesta tahun baru pertama kali dicetuskan oleh Julia Caesar yang mengubah sistem kalender romawi menjadi berdasarkan perhitunag matahari. Yang untuk selanjutnya ini tradisi dilanjutkan oleh mereka yang tidak beragama Islam, yang mana perayaan ini dapat memberi dampak pada keimanan seseorang, karena seorang muslim mengikuti atau bahasa banjarnya manuruti (membunyikan lonceng daripada tradisi Nasrani, meniup terompet daripada tradisi Yahudi, dan menyalakan api tradisi dari Majusi), yang kesemuaan itu ada pada perayaan tahun baru masehi. Yang bahkan terlebih lagi bisa seorang muslim sampai mengagungkan perayaan dari agama lain.

Wahai Saudaraku seagama yang takut akan api neraka ingatlah ancaman dari Junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Bersabda : “ Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum” yang artinya : Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka (HR. Ahmad dan Abu Daud). Apabila diri kita, anak kita, maupun keluarga kita mengikuti tradisi dari orang-orang kafir maka Allah akan mengumpulkan kita bersama mereka di dalam nerakanya Allah.

Oleh karena itu hendaklah kita menjaga diri kita, anak istri kita, dan keluarga kita dari api neraka, sebagai mana perintah Allah SWT. Dalam Al Qur’an : “Yaa ayyuhaladzina amanuu Quu anfusakum wa ahliikum Naaraa” yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. At Tahrim 6).