Di Tengah Pandemi Pereli Dakar 2021 Bersiap Taklukkan Ganasnya Gurun Saudi


WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kurang dari satu pekan lagi, jika tak ada aral melintang di tahun yang masih terganjal pandemi ini, Reli Dakar bakal kembali mencoba menaklukan ganasnya bentang gurun dan bukit pasir Arab Saudi dari 3 hingga 15 Januari.

Di tahun keduanya digelar di Semenanjung Arab, ajang reli ketahanan paling tangguh di dunia itu akan menyajikan eksplorasi lanskap yang sama namun dengan rute yang sama sekali berbeda dari tahun lalu.

Jeddah bakal menjadi titik start dan finis bagi para peserta yang bakal menempuh jarak total 7.646km, termasuk 4.767km special stage (SS), yang terbagi ke dalam 12 etape.

Sesi pemeriksaan atau scrutineering kendaraan kompetitor berlangsung pada 1-2 Januari di Jeddah sebelum sesi prolog sejauh 11km di kota terbesar kedua di Arab Saudi itu untuk menentukan posisi start etape pembuka.

Setelah hari jeda di Ha’il, Etape maraton akan menguji manajemen peralatan dan kualitas daya tahan kompetitor di awal pekan kedua reli dan tiga hari terakhir mereka akan dihabiskan menyusuri rute di sekitar Laut Merah.

“Dari etape ke etape, dan seringkali di etape yang sama, pemandangan indah di wilayah itu membuat kami terpesona dan kagum. Akan Tetapi, Arab Saudi mengungkapkan hanya sebagian kecil dari misterinya, dan meninggalkan banyak kejutan untuk edisi berikutnya pada Januari 2021,” kata CEO Dakar, David Castera, pertengahan tahun ini.

Dakar 2021 juga akan menghadirkan nostalgia bagi para fan dengan meluncurkan kategori Dakar Classic yang digelar berbarengan dengan ajang utama.

Sejumlah kendaraan klasik seperti Renault 20, Lada Niva, Toyota Celica, Land Rover Defender dan Porsche 959, yang turun di Dakar atau ajang reli besar lainnya sebelum tahun 2000 akan diuji konsistensinya.

Meski pandemi virus corona masih menghantui, sedikitnya 555 kompetitor, 54 di antaranya turun di Dakar Classic, telah terdaftar di reli Dakar yang memasuki tahun ke-43 penyelenggaraannya itu.

Laman resmi Dakar merilis tahun ini total terdapat 321 kendaraan yang terdiri dari 108 sepeda motor roda dua, 21 quadbike, 70 mobil, 54 kendaraan ringan (purwarupa dan SSV), 42 truk, dan 26 kendaraan Dakar Classic.

Sebanyak 16 pereli putri juga bakal turut meramaikan kompetisi yang diikuti peserta dari 49 negara.

Panitia tahun ini fokus untuk mengurangi kecepatan kendaraan untuk membuat reli lebih aman dan lebih menekankan teknik mengendarai dan juga ketrampilan navigasi.

Sejumlah inovasi juga akan diperkenalkan untuk meningkatkan keselamatan para kompetitor dalam ajang balap yang dikenal ganas tersebut.

Para peserta akan mendapat peringatan audio ketika mereka mendekati zona berbahaya atau sektor tertentu yang dikategorikan sebagai zona lambat di mana kecepatan maksimal dibatasi 90kpj.