16 Tahun Tsunami Aceh, Menempa Kekuatan Masyarakat Hadapi Bencana

Lanjut dia, dengan optimisme selama 16 tahun tsunami Aceh, dapat dibuktikan bahwa masyarakat Aceh yang agamis tidak pernah berputus asa. Masyarakat mampu bangkit dari keterpurukan.

“Berbagai kemajuan seperti sektor pembangunan, perekonomian, pendidikan, pariwisata dan beberapa sektor unggulan lainnya telah nampak nyata ke permukaan,” katanya.

Sementara itu Guru Besar Ilmu Fiqh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Prof Fauzi Saleh mengatakan bahwa tsunami merupakan tanda-tanda. Kata dia, banyak makna luar biasa yang dapat dipetik, salah satunya adalah kesabaran.

“Hari lalu saat tsunami dan hari ini saat pandemi, kita harus sabar. Sabar adalah menanggung sesuatu tanpa harus mengeluh dan berkeluh kesah,” katanya saat menyampaikan tausyiah peringatan 16 tahun tsunami Aceh.

Dia melanjutkan, tsunami adalah ujian, sebagaimana hidup sebagai lembaran ujian yang harus terus dijalani. Musibah tersebut adalah cara sang pencipta menguji manusia dengan tujuan meningkatkan derajat manusia.

“Dengan memberikan ujian, Allah mengangkat harkat dan martabat kita. Seandainya anda bersabar maka kita akan mendapatkan kenikmatan sebagaimana samudera yang tidak bertepi,” katanya.

Prof Fauzi berharap musibah baik tsunami maupun pandemi COVID-19 dapat memperkuat kebersamaan sesama masyarakat Aceh dan semakin memperkuat kedamaian di antara sesama masyarakat.(ant)

Editor: Erna Wati