Bahkan, Zulkarnaen juga terlibat dalam konflik di Poso dan Ambon pascareformasi.
“Zulkarnaen adalah panglima askari (kelompok bersenjata) Jamaah Islamiyah ketika Bom Bali I. Dia yang membuat Unit Khos yang kemudian terlibat Bom Bali, konflik di Poso dan Ambon,” kata Argo.
“Unit Khos itu sama dengan Special Taskforce,” sambungnya.
Diungkapkan Argo, Zulkarnaen lahir di Sragen pada 1963 silam.
Pendidikan terakhirnya adalah Biologi angkatan 1982 Universitas Gadjah Mada.
Polisi juga sempat menggeledah kediaman Zulkarnaen saat melakukan penangkapan.
Sebelumnya, Densus 88 Polri juga menangkap Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Lampung lewat operasi yang digelar pada 23 dan 25 November 2020 lalu.
“Upik Lawanga merupakan aset paling berharga Jamaah Islamiyah atau JI karena UL merupakan penerus dari Dr Azhari sehingga yang bersangkutan disembunyikan oleh kelompok JI dan berpindah tempat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, di Mabes Polri, Senin (30/11). (*)
Editor: Erna Wati






