“Saya berusaha agar orang tua, keluarga di rumah juga merasakan hal yang sama. Begtu juga terhadap klub saya,” katanya, Kamis (10/12/2020), dilansir laman PSSI.
Jovan mengakui bahwa latihan yang diberikan di timnas dan klub hampir sama.
“Hanya saja di timnas, intensitasnya lebih tinggi,” katanya.
Kemudian, lanjut dia, hubungan dengan teman-teman lainnya baik-baik saja.
“Sudah saling kenal, saling komunikasi, latihan hari ini juga berlangsung dengan tempo kencang, namun saya masih bisa mengikutinya,” tutur Jovan.
Dia berharap, bisa bergabung dengan tim, tidak hanya membela negara, namun juga membuat bangga kedua orangtua,
“Itu harapan saya bersama tim ini. Semoga saya bisa memberikannya,” tutup Jovan. (edj)
Editor: Erna Wati







