Menkeu pun cukup kaget dengan pertanyaan kritis siswa tersebut.
“Bagi saya, tantangan utama adalah bagaimana APBN dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya untuk menyelamatkan jiwa masyarakat, tapi juga menyelamatkan ekonomi,” ujar Sri Mulyani.
Pemerintah, lanjut dia, berusaha hadir bagi seluruh rakyatnya agar masyarakat kalangan bawah dapat diringankan bebannya saat pandemi ataupun untuk para pengusaha dapat didukung usahanya agar tidak gulung tikar.
Namun, tandasnya, menyelamatkan manusia maupun ekonomi membutuhkan anggaran yang besar.
Oleh karena itu, tandasnya lagi, penting untuk mengelola keuangan negara dengan baik agar APBN tetap dalam kondisi yang sehat.
“Saya sampaikan kepada anak-anak, saya terus berikhtiar, berpikir keras, dan terus mengamati kebijakan-kebijakan dari berbagai negara untuk diriviu sebagai masukan dalam menyusun kebijakan di Indonesia,” ujarnya.
Sri Mulyani mengimbau kepada para pelajar di manapun berada, terus berikhtiar dengan disiplin menjaga protokol kesehatan, rajin belajar, dan berpikir positif.
“Jangan lupa berdoa agar Indonesia dapat segera pulih dari pandemi!” tutup Menkeu. (edj)







