Kasus COVID-19 Kembali Naik, Warga Diimbau Tetap Ketat Prokes

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kasus infeksi Covid-19 di Indonesia diperkirakan akan kembali meningkat seiring dengan ditemukannya penyebaran virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Pada Kamis (16/6/2022) kemarin, tercatat ada penambahan 1.173 kasus baru Covid-19, sedangkan pada Rabu (15/6/2022) tercatat ada 1.242 kasus baru infeksi Covid-19.

Dengan penambahan yang mencapai lebih dari 1.000 ini, kini kasus Covid-19 mencapai 6.064.424 terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Jumlah kasus sembuh Covid-19 di Indonesia hingga saat ini mencapai 5.901.083. Sedangkan kasus kematian dari Covid-19 kini mencapai 156.673.

Secara terpisah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan bakal mencapai 20.000 per hari.

“Jadi kalau kita Delta dan omicron puncaknya di 60.000 kasus sehari, kira-kira nanti ya estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20.000 per hari karena kita pernah sampai 60.000 per hari paling tinggi,” ujar Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/6/2022).

“Jadi kita amati di Afrika Selatan sebagai negara pertama yang BA.4 dan BA.5 masuk puncaknya itu sepertiga dari puncaknya Omicron atau Delta sebelumnya,” katanya.

Baca Juga:

7 Ruangan SMPN 3 Banjarbaru Ludes Terbakar, Berikut Data Lengkap

Honda Brio Ringsek Tabrak Trotoar di Jalan A Yani Km 11 Kabupaten Banjar

Alasan Spontan! Penyanyi Gambus Ubah Penutupan MTQ Kabupaten Banjar Jadi Dangdutan Minta Maaf

Selain itu, Budi mengatakan, fatality rate akibat BA.5 dan BA.4 jauh lebih rendah dibandingkan kematian akibat varian Delta dan varian Omicron, kemungkinan sekitar 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron.

Budi mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) guna melindungi diri dan orang lain dari infeksi subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5.

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menjelaskan, kedua subvarian Omicron ini dapat menginfeksi hampir semua orang, baik yang telah mempunyai bekal antibodi maupun belum.

Bahkan yang sudah mendapatkan 3 dosis juga bisa terinfeksi, meski gejala yang ditimbulkan akan berbeda.