WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar High Level Meeting (HLM) dan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), di Banjarbaru, Kamis (31/3/2022).
Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, berharap TPID dan SKPD terkait aktif memantau harga dan ketersediaan bahan pokok serta kelancaran distribusi untuk mengantisipasi kelangkaan yang berpotensi mengganggu stabilitas.
“Saya mengimbau agar pelaksanaan pasar murah untuk terus diintensifkan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan di masyarakat. Saya juga mengharapkan agar kita sebagai pemerintah dapat terus mengedukasi masyarakat untuk belanja secara bijak,” ujar Roy.
Pada tahun 2021 lalu, Roy mengatakan inflasi di Kalsel berada dalam rentang stabil, sebesar 2,55 persen. Dengan kondisi ini, tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat memiliki harapan untuk bisa diwujudkan.
“Dalam konteks ini, peran TPID menjadi sangat strategis untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan, dan berkeadilan,” kata Roy.







