WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Setelah kurang lebih 50 adegan diperagakan dalam reka ulang kasus pembunuhan di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (2/5/2026), duka keluarga korban kembali terasa.

Usai reka adegan tersebut, ibu angkat korban, Mudi’ah, mengenang percakapan terakhirnya dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Ia mengatakan, percakapan terakhir itu terjadi pada Selasa lalu saat ia mendatangi korban di tempat kerjanya.

Saat itu, korban sempat meminta dibelikan minuman dingin.

“Dia bilang, ‘Mak, belikan es, Mak. Saya haus sekali’. Saya bilang nanti Mama ke sana kasih es,” ujarnya sambil menahan air mata.

Mudi’ah juga menyampaikan, korban memiliki rutinitas padat setiap harinya.

Selain mengajar di pondok pesantren, korban juga bekerja tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Biasanya pagi sekitar jam delapan berangkat ke pondok pesantren untuk mengajar,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat terpukul saat menyaksikan proses reka adegan yang diperagakan oleh para tersangka.

“Sadisnya luar biasa. Dia kan tidak berdaya,” lirihnya.

BACA JUGA: Korban Pembunuhan di Sungai Ulin Banjarbaru Dikenal Ramah, Murid Sempat Ikut Mencari

Keluarga berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Seberat-beratnya,” tegasnya sambil menahan tangis.

Sebelumnya diberitakan, H (25) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, pada Rabu (29/4/2026) malam silam.

Dalam kasus tersebut, dua tersangka berinisial S dan F telah diamankan pihak kepolisian, pada Jumat (1/5/2026) malam. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu