WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Tim Terpadu Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi Kabupaten Tanah Laut melakukan verifikasi lapangan terkait dugaan ketidaksesuaian data distribusi solar untuk nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (1/7/2026).
Langkah ini diambil setelah adanya laporan masyarakat serta sorotan media mengenai ketimpangan administrasi penyaluran bahan bakar di desa tersebut.
Kegiatan verifikasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Terpadu sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, M. Kusri, serta dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Masturi, Ketua DPRD Tanah Laut, pihak Kumdag, Perwakilan Camat Takisung, Kepala Desa Tabunio, Selain itu, unsur Kepolisian, Koramil, perwakilan Pertamina, aliansi mahasiswa, para nelayan setempat, serta pihak pengelola SPBUN juga turut hadir di lokasi untuk memastikan proses pencocokan data berjalan transparan.
Berdasarkan data dinas, terdapat 105 kapal dan 186 nelayan di Tabunio dengan kuota rekomendasi bulanan mencapai 110.000 liter solar subsidi. Tim Terpadu kini tengah mencocokkan data tertulis dari pengelola dengan fakta riil di kalangan nelayan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut sekaligus Ketua Tim Terpadu, M. Kusri, menjelaskan bahwa timnya tengah mendalami kuota tersebut.







