233 Calon Haji HST Berrisiko Tinggi, Ini Skema Pendampingan di Tanah Suci

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, kondisi kesehatan calon haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi perhatian petugas kesehatan.

Pasalnya, ratusan calon haji tercatat masuk kategori risiko tinggi (risti) berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan HST melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H Mualim, menyebutkan sebanyak 233 calon haji asal HST masuk kategori risti, terdiri dari 58 jemaah kategori risti berat, 60 jemaah kategori risti sedang, dan 115 jemaah kategori risti ringan.

“Risti berat di antaranya jemaah dengan riwayat penyakit jantung, usia 60 tahun ke atas dengan hipertensi dan diabetes, serta yang memiliki penyakit paru obstruktif kronik,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Sementara kategori risti sedang meliputi jemaah usia 60 tahun ke atas dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes, asma, maupun gagal ginjal kronik.

Untuk kategori risti ringan, mencakup jemaah usia di bawah 60 tahun dengan penyakit penyerta tertentu, serta jemaah lanjut usia tanpa penyakit komorbid.

Selain kondisi kesehatan, terdapat pula sejumlah jemaah yang memerlukan alat bantu maupun pendamping selama menjalankan ibadah haji.

Dalam penanganannya di Tanah Suci, petugas kesehatan menyiapkan skema pendampingan khusus. Jemaah risti akan ditempatkan berdekatan dengan petugas kesehatan, guna memudahkan pemantauan dan observasi.