Petugas juga akan melakukan pemeriksaan berkala, mengingatkan jadwal konsumsi obat, serta memantau kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), jemaah risti juga disiapkan skema murur dan safari wukuf.
Mualim menjelaskan, murur merupakan skema melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus untuk mengurangi kelelahan jemaah, sedangkan safari wukuf disiapkan bagi jemaah sakit atau lansia agar tetap dapat mengikuti wukuf dengan pendampingan khusus.
“Setiap perpindahan etape perjalanan haji akan dilakukan skrining kesehatan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil,” jelasnya.
Menjelang keberangkatan, jemaah juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan rutin mengonsumsi obat sesuai jadwal, memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker, topi, dan payung saat berada di luar ruangan.
“Jemaah diimbau tetap mengikuti arahan petugas, menjaga kondisi tubuh tetap fit, istirahat cukup, dan rutin meminum obat sesuai jadwal selama menjalankan ibadah haji,” tambahnya.
Sebanyak 332 calon haji asal HST dijadwalkan berangkat dari Masjid Agung Riyadussalihin Barabai, menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada 11 Mei 2026, sebelum bertolak ke Jeddah dua hari kemudian. (wartabanjar.com/Adew)







