Kisah Minggu Raya Banjarbaru: Musik, Persahabatan, dan Dinamika Hidup Anak Muda

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Minggu Raya di masa lalu bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda Banjarbaru dengan segala dinamika yang menyertainya.

Dari cerita Rico Hasyim, tempat itu menjadi saksi berbagai aktivitas dari musik, olahraga, hingga pengalaman-pengalaman keras yang membentuk karakter.

“Kami nongkrong, main gitar, nyanyi sampai subuh,” kenangnya sambil tersenyum, Minggu (19/4/2026).

Selain bermusik, muncul pula berbagai kegiatan lain seperti pecinta alam hingga olahraga.

Namun kehidupan di MGR saat itu tidak selalu berjalan mulus.

“Memang keras zaman itu,” lanjutnya singkat.

Ia bahkan mengingat momen-momen konflik yang pernah terjadi.

“Hampir saja kena bacok waktu itu,” kenangnya sambil memperagakan.

Namun dari pengalaman itu, muncul solidaritas kuat di antara anggota komunitas.

Ada pula cara-cara unik dalam membentuk mental, seperti latihan fisik sederhana hingga kegiatan bersama di Lapangan Murjani.

“Latihan saja, supaya kuat. Tapi dari dinamika itulah yang kemudian membentuk MGR sebagai komunitas yang solid,” ucapnya sambil tertawa. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Andi Akbar