WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kenaikan harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pasca Lebaran 2026 justru membawa dampak positif bagi para petani lokal.
Di tengah kondisi harga bahan pokok yang relatif stabil, cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan. Harga cabai rawit lokal bahkan tercatat mencapai Rp150 ribu per kilogram.
Bagi petani, kondisi ini menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan dari hasil panen.
Baca Juga Dosen FKIP Adukan Rektor ULM ke Ombudsman Kalsel, Gaji Belum Dibayar Sejak Oktober 2025
Petani cabai lokal, Saberi, mengaku kenaikan harga saat ini sangat membantu karena nilai jual hasil panen menjadi lebih tinggi dibanding biasanya.
“Harga cabai yang naik seperti sekarang tentu sangat membantu petani. Hasil panen jadi lebih bernilai,” ujarnya saat ditemui wartabanjar.com, Selasa (1/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa tingginya harga tersebut sebanding dengan tantangan yang dihadapi petani di lapangan, terutama dalam proses perawatan tanaman.
Menurutnya, budidaya cabai membutuhkan perhatian ekstra dan tidak lepas dari risiko cuaca yang tidak menentu.
“Perawatan cabai tidak mudah, apalagi jika cuaca kurang mendukung. Saat harga bagus, itu bisa menutup biaya produksi,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan HST, selain cabai rawit lokal yang menyentuh Rp150 ribu per kilogram, harga cabai rawit jenis lain berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting Rp70 ribu dan cabai merah besar Rp60 ribu per kilogram.







