WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun ini adalah perempuan yang diharapkan akan meningkatkan kenyamanan bagi jamaah haji, khususnya jamaah haji perempuan.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, angka persentase petugas haji perempuan tersebut melampaui target awal kementerian yang mematok kuota sebesar 30 persen.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan rasio petugas perempuan tersebut bukan tanpa alasan.
Berdasarkan data demografi, sebagian besar jamaah haji Indonesia adalah perempuan. Oleh karena itu, kehadiran petugas perempuan menjadi krusial untuk memberikan pelayanan yang lebih humanis, nyaman, dan sesuai dengan syariat, terutama dalam hal-hal yang bersifat privat dan konsultasi ibadah.
“Ini memang kebijakan Pak Menteri, kita ingin afirmasi terhadap perempuan karena jamaah haji kita sebagian besar itu perempuan,” ujar Dahnil usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1) pagi.
Ia menyoroti banyaknya keluhan dan masukan dari tahun-tahun sebelumnya, di mana jamaah perempuan seringkali merasa canggung atau sungkan jika harus berkonsultasi masalah ibadah atau kesehatan kewanitaan dengan petugas laki-laki.
Dengan adanya petugas perempuan yang proporsional, pendekatan personal dapat dilakukan dengan lebih efektif.
“Mereka akan lebih nyaman ketika berkomunikasi dengan sesama perempuan. Misalnya konsultasi ibadah, idealnya bicara dengan petugas perempuan. Sehingga pendekatannya bisa lebih personal dan emosional,” katanya.







