WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Badan Wakaf Indonesia menyebutkan bahwa aset wakaf itu jumlahnya cukup besar, ada sekitar 451 ribu titik. Dari data Bank Indonesia (BI) aset tersebut nilainya mencapai sekitar Rp2.000 triliun.
Ketua Badan Wakaf Indonesia Kamaruddin Amin mengatakan, dari total aset wakaf yang ada diantaranya 450 ribu titik itu, sebagian besarnya sudah produktif, namun masih sangat banyak yang tidak produktif.
Menurutnya, pertumbuhan aset tersebut luar biasa, sekitar 6-7 persen pertumbuhannya setiap tahun. Berarti masyarakat Indonesia itu sangat dermawan mewakafkan hartanya, sehingga wakaf tumbuh sangat luar biasa setiap tahunnya.
“Nah, wakaf uang ini sekarang salah satu yang dikembangkan di Badan Wakaf Indonesia, yaitu mengajak masyarakat untuk berwakaf mulai dari Rp 10.000, Rp 15.000, dan seterusnya. Jadi berwakaf sekarang tidak harus berwakaf aset, tidak harus tanah seperti dulu,” ujarnya di sela seminar Wakaf Preneur, di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Lebih lanjutnya Kamaruddin menjelaskan, bahwa potensinya wakaf uang Rp180 triliun setiap tahun. Namun, potensi yang berhasil dikumpulkan baru Rp 3,5 triliun.
Sehingga ada Rp 3,5 triliun wakaf uang yang dikumpulkan oleh BWI bersama dengan nazir-nazir wakaf uang yang ada di seluruh Indonesia.







