WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Satria Muda Pertamina Bandung menutup penantian panjang dengan menjuarai IBL All Indonesian 2025 di GOR Manahan, Solo, Sabtu (30/8). Kemenangan ini menjadi sorotan bukan hanya karena trofi, melainkan juga simbol kebangkitan setelah dua musim sebelumnya selalu kandas di final.
Pada musim 2024, langkah Satria Muda dua kali dihentikan Pelita Jaya, baik di IBL reguler maupun All Indonesian. Tren negatif bahkan berlanjut hingga semifinal IBL 2025. Namun, performa konsisten di All Indonesian tahun ini membalikkan situasi. Skuad Youbel Sondakh tampil solid sejak babak awal hingga mengunci gelar usai menekuk Dewa United Banten 65-55 di partai puncak.
Pergeseran markas ke Bandung ditambah hadirnya tiga mantan pilar Prawira, yakni Yudha Saputera, Kelvin Sanjaya, dan Pandu Wiguna, memperkuat komposisi tim. Kehadiran mereka melengkapi sosok kapten Abraham Damar Grahita yang sejak awal menjadi motor permainan.
Pengamat basket nasional, Andi Wijaya, menilai kemenangan ini bukan sekadar juara turnamen, tetapi momentum untuk mengembalikan dominasi Satria Muda. “Kalau konsistensi ini bisa dipertahankan hingga musim depan, mereka bisa kembali jadi raksasa yang ditakuti di IBL,” ucap Andi, Minggu (31/8).







