WARTABANJAR.COM – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warganet dikejutkan oleh pemandangan tak biasa: bendera bajak laut “Jolly Roger” milik kru Topi Jerami dari anime One Piece berkibar di mana-mana. Mulai dari depan rumah, mobil pribadi, hingga bak truk di jalanan, bendera hitam bertengkorak bertopi jerami itu sukses menarik perhatian publik.
Fenomena ini tak sekadar lucu-lucuan atau tren fandom belaka. Di balik kain hitam itu, tersirat pesan yang lebih dalam—sebuah simbol protes diam terhadap situasi sosial dan politik tanah air pasca terpilihnya pasangan Prabowo-Gibran.
Dari Nakama untuk Negeri?
Fenomena ini mencuat setelah pemerintah mengimbau masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus. Namun, sebagian warganet justru memilih bendera bajak laut One Piece sebagai bentuk “perlawanan simbolik”.
Alih-alih merah putih, mereka mengibarkan simbol Luffy—tokoh utama One Piece yang identik dengan melawan ketidakadilan, membela kaum tertindas, dan melawan penguasa tiran.
BACA JUGA:VIDEO – Nikita Mirzani Ngamuk di Sidang! Tolak Pakai Rompi Tahanan, Ancam Bongkar Bukti Lewat Ponsel
“Definisi dijajah negeri sendiri ☠️,” tulis salah satu netizen.
“Nakama” adalah kata dalam bahasa Jepang yang secara umum berarti teman, rekan kerja, atau anggota dalam suatu kelompok. Dalam konteks yang lebih luas, nakama bisa merujuk pada orang-orang yang memiliki hubungan dekat dan saling mendukung, seperti keluarga atau sahabat dekat
Kreativitas? Sindiran? Atau Cermin Realitas?
Publik pun terbagi dalam menafsirkan aksi ini. Ada yang menyebutnya sebagai bentuk kreativitas anak muda, ada pula yang menganggapnya sebagai simbol frustrasi sosial.
Sebagian komentar netizen mencerminkan nuansa kekecewaan:
“Cukup bendera setengah tiang yg gak punya hehe”
“Mau gimana pun kita kritik, mereka nggak peduli. Sumpah gedek banget.”







