WARTABANJAR.COM – Kabar dari Blitar, Jawa Timur, baru-baru ini bikin heboh bukan karena ada bencana atau demo, tapi karena gelombang gugatan cerai dari para guru perempuan! Bukan satu dua orang, tapi belasan guru honorer yang baru aja dilantik jadi ASN PPPK. Loh, kok bisa?
Jadi begini, setelah sekian tahun mengabdi sebagai guru honorer, mereka akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK. Gaji naik, status meningkat, jaminan lebih jelas. Tapi, yang bikin masyarakat kaget adalah… setelah pelantikan, muncul gelombang permohonan cerai dari para guru perempuan ini.
Menurut laporan dari instansi yang bersangkutan, para guru ini mayoritas menggugat cerai karena alasan ekonomi dan ketidakharmonisan rumah tangga. Banyak dari mereka yang selama ini jadi tulang punggung keluarga, bahkan ketika sang suami tidak berpenghasilan tetap atau malah pengangguran.
Nah, setelah mereka diangkat jadi PPPK dengan gaji tetap dan status yang lebih “pasti”, keberanian untuk mandiri itu makin terasa. Bukan semata soal materi, tapi lebih ke soal harga diri dan kestabilan emosional dalam hubungan.
Beberapa sumber dari lembaga pengadilan agama juga mengonfirmasi peningkatan kasus gugatan cerai dari kalangan ASN baru ini. Bahkan ada yang bilang, fenomena ini bukan hal baru tapi memang selalu terjadi setelah ada pengangkatan pegawai, terutama perempuan.
Kalau dilihat dari sisi sosial, ini bisa jadi refleksi bahwa banyak perempuan yang selama ini bertahan dalam pernikahan bukan karena cinta, tapi karena ketergantungan ekonomi. Begitu mereka punya kemandirian finansial, pilihan hidup jadi lebih terbuka.
Tapi tentu saja, setiap rumah tangga punya cerita masing-masing. Kita yang di luar cuma bisa menanggapi dengan kepala dingin dan belajar dari situasi ini, bahwa relasi sehat itu bukan cuma soal bertahan, tapi juga soal saling menghargai dan tumbuh bareng.
Jadi, buat yang lagi baru membangun berumah tangga, yuk saling support dan tumbuh sama-sama. Jangan sampai nanti pas pasangan kita sukses, malah kita yang ditinggal karena lupa jadi pasangan yang setara.(vri/berbagai sumber)

