Grand Syekh Al-Azhar Bertemu Pimpinan DPR Bahas Soal ini

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Grand Syekh Universitas Al-Azhar Republik Arab Mesir, Prof Dr Mohammed Ahmed Al-Tayeb mengunjungi Gedung DPR untuk bertemu pimpinan parlemen RI. Dalam pertemuan bilateral itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Sheikh Ahmed berbicara mengenai sejumlah isu, mulai dari nilai toleransi, perempuan dalam politik, hingga dukungan untuk kemerdekaan Palestina.

Pertemuan antara Puan dan Sheikh Ahmed Al-Tayeb digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2024). Kedatangan Grand Sheikh Ahmed disambut Puan di pintu masuk Gedung Nusantara.

Dalam pertemuan tertutup selama 30 menit, Puan didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka. Sementara Sheikh Ahmed hadir bersama sejumlah jajaran Universitas Al-Azhar Mesir.

Baca juga: My Sweet Mobster Episode 9 Tayang dengan Rating Stabil

“Yang Mulia Grand Sheikh, saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Yang Mulia untuk dapat melakukan kunjungan ke DPR RI,” kata Puan mengawali sambutannya.

Puan kemudian menceritakan sejarah Gedung Nusantara yang juga dikenal dengan sebutan Gedung Kura Kura itu. Gedung Nusantara awalnya dibangun untuk penyelenggaraan CONEFO (Conference of New Emerging Forces) sebagai kekuatan baru negara-negara berkembang yang menentang negara-negara besar (old-established forces) pada tahun 1960-an.

Dirinya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sheikh Ahmed terhadap nilai-nilai kemanusiaan, terutama di tengah situasi dunia yang ditandai dengan berbagai perang, konflik, dan polarisasi.

“Saya sangat menghargai upaya Yang Mulia dalam mengembangkan nilai toleransi dan persaudaraan. Hal ini tentunya dapat berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia,” ungkap Puan seperti dikutip Wartabanjar.com.

Baca juga: Pimpinan DPR Singgung Fenomena No Viral No Justice

Tentang situasi krisis di Gaza, dirinya menyebutnya sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi. Karena itulah ia mengajak Sheikh Ahmed untuk bekerja sama demi perdamaian di Palestina.

“Kita harus memperkuat  dukungan untuk kemerdekaan Palestina melalui cara damai dan negosiasi multilateral yang kredibel. Prioritas saat ini adalah gencatan senjata permanen untuk menghentikan perang, akses tanpa hambatan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dan mengakhiri penjajahan Israel atas tanah Palestina,” lanjut Puan.