Densus 88 Antiteror Teror Jampidsus Kejagung? Begini Ceritanya

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Buntut dugaan intimidasi yang dilancarkan anggota Densus 88 Antiteror pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana khusus (Jampidsus) Febri Ardiansyah, Kejaksaan Agung (Kejagung) kian  memperketat pengamanan. Apalagi setelah konvoi sejumlah personil Brimob yang mengitari Kantor Kejagung, Senin (22/05/2024) malam.

Seperti dikutip Wartabanjar.com, dua mobil rantis dengan dikawal lebih dari 20 motor trail berputar-putar di sepanjang jalan sekitar gedung tersebut. Mereka berboncengan memakai seragam lengkap dengan senjata laras panjang.

Konvoi memutari gedung Kejagung  dari Jalan Bulungan ke arah Jalan Panglima Polim kawasan Blok M sebanyak lebih dari tiga kali. Sirine menyala sepanjang perjalanan.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Guncang Kabupaten Manggarai NTT

Puluhan personel Brimob itu berkendara dengan kecepatan cenderung pelan. Setelah peristiwa itu, Kejagung memperketat pengamanan dengan menambah personel keamanan dari TNI.

Anggota Polisi Militer (PM) maupun Angkatan Darat pun akhir-akhir ini terlihat bersiaga di sekitar Gedung Kartika, tempat Jampidsus Febrie Ardiansyah berkantor. Lebih dari tiga mobil dinas PM Angkatan Laut berjaga-jaga di gerbang sebelah barat kompleks Kejagung yang berada di Jalan Bulungan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, penebalan pengamanan itu dilakukan karena Kejagung saat ini sedang menangani perkara-perkara besar.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores NTT Erupsi

“Peningkatan keamanan biasa-biasa saja itu kan. Kita lagi menangani perkara gede, eskalasi pengamanan harus kita tingkatkan,” kata Kapuspenkum, Sabtu (25/05/2024).

Sementara Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Gatot Mangkurat Putra membantah jika pihaknya melancarkan teror ke Kejagung. Dirinya mengaku anak buahnya tengah melakukan pengamanan di sejumlah vihara.

Memang saat itu untuk pengamanan terkait Hari Waisak. Menurutnya tidak ada urusan dengan pihak Kejagung.

Baca juga: Rindu sang Ayah, Via Valen: Pa, Aku Kangen

“Enggak ada. Ngarang aja. Ya enggak lah. Apa kepentingan kita ke Kejagung,” katanya.