WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji 1444 H atau 2023 M resmi ditutup hari ini, Sabtu (5/8/2023).
“Sebanyak 77 jemaah dirawat di Arab Saudi, 773 orang wafat dan 1 orang masih hilang,” jelas Yaqut Cholil Qoumas.
Dikatakan Yaqut, jemaah haji yang wafat mencapai 773 orang itu tertinggi sejak 2015.
Sementara itu, papar Yaqut, jemaah haji yang hilang masih belum ditemukan hingga berakhirnya masa operasional haji dan pencarian masih terus dilakukan.
“Kita sudah minta KUH (Kantor Urusan Haji) untuk berkoordinasi pihak berwajib, kepolisian di sana dan SAR-nya Saudi untuk terus mencari,” ujar Yaqut saat memberikan Closing Statement MCH dan Operasional Haji Tahun 2023 di Bandara Soetta, Banten, Sabtu (5/8/2023).
Gus Men, begitu sapaan akrab Yaqut mengatakan, keputusan final terkait penanganan jemaah yang belum ditemukan ini akan dilakukan usai tim haji Indonesia dan pihak berwajib Saudi mendiskusikan terkait batas waktu pencariannya.
“Saya minta ini didiskusikan batas waktunya sampai kapan, di antara mereka, di antara tim kita, kantor urusan haji kami yang ada di Saudi dengan pihak kepolisian dan pihak SAR Saudi Arabia, waktu pencarian itu kalau menurut mereka itu berapa lama, nah itu yang kita diskusikan,” ujarnya.
“Nah, setelah itu akan kita putuskan bagaimana kondisi satu jemaah yang masih belum ketemu ini,” imbuhnya.
Satu jemaah hilang yang belum ditemukan ini diketahui bernama Idun Rohim Zen (87), jemaah haji asal kloter 20 Embarkasi Palembang (PLM 20). Ia dilaporkan hilang pasca puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
Selain Idun, Gus Men menyampaikan, sebelumnya ada 8 jemaah haji yang dilaporkan hilang pasca puncak haji.
“Tujuh di antaranya sudah ditemukan, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia,” ungkap Menag.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: didik tm
1 Jemaah Ternyata Masih Hilang, Padahal Penyelenggaraan Haji 2023 Resmi Ditutup, Kemenag Buka Suara







