Wagub Kalsel Hadiri Bulan Peduli Down Syndrome Bersama Anak-anak serta Silaturahmi Keluarga PIK POTADS
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel drg Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri Perayaan Bulan Peduli Down Syndrome 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (8/11/2026) pagi.
Acara dirangkai dengan Silaturahmi Keluarga Besar Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalsel
Kegiatan bertema “Peduli Itu Kita” ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian dan penerimaan terhadap anak-anak penyandang Down Syndrome.
Baca juga: Seorang Kru Heli Karhutla Kalsel Ditemukan Meninggal, Jatuh Saat Ambil Air di Sungai Barito
Baca juga: Hasil Barito Putera vs RANS 1-1, Laskar Antasari Gagal Raih 5 Kemenangan Beruntun
Perayaan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kemampuan anak-anak PIK POTADS Kalsel di bidang seni dan budaya.
Di antaranya Tari Banjar Ampar-Ampar Pisang oleh anak-anak usia 5–8 tahun, Tari Melayu Cindai oleh remaja putri, serta Tari Cahaya Nusantara yang dibawakan remaja putra.
Acara juga menampilkan fashion show anak-anak bersama pendamping serta drama bertajuk “Aku Ada Aku Bisa” yang juga melibatkan komunitas seni peran.
Kegiatan turut diisi dengan lelang amal kain sasirangan karya anak-anak PIK POTADS Kalsel.
Hasil lelang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengembangan potensi dan tumbuh kembang anak-anak Down Syndrome.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi mengapresiasi PIK POTADS Kalsel, orangtua dan pendamping yang selama ini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Pendampingan sehari-hari yang Bapak dan Ibu lakukan merupakan bagian terpenting dalam tumbuh kembang anak. Izinkan kami menempatkan diri sebagai mitra dalam pendampingan tersebut,” ujarnya.
Menurut Wagub, kemampuan anak-anak yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut perlu diikuti dengan dukungan pemerintah melalui layanan publik yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan.
“Deteksi dini dan pendampingan tumbuh kembang perlu tersedia sampai ke puskesmas,” tegasnya.