Seorang Kru Heli Karhutla Kalsel Ditemukan Meninggal, Jatuh Saat Ambil Air di Sungai Barito
WARTABANJAR.COM, BARITO KUALA – Seorang awak helikopter water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang jatuh di Sungai Barito Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu (8/11/2026) siang, ditemukan meninggal dunia.
Dia adalah Yayan Supyansuri, yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).
Dari tiga kru heli Super Puma H-225 tersebut, dua kru selamat.
Keduanya diselamatkan warga yang beraktivitas di perairan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, sesaat setelah heli jatuh.
Baca juga: Satu Lagi Heli Karhutla Kalimantan Jatuh, Warga Sungai Barito Kalsel Berusaha Selamatkan Kru
Baca juga: Karhutla Tabalong November Mereda, Lahan Terdampak September-Oktober 341,2 Hektare
Mereka merupakan pilot berkewarganegaraan Australia dan tengah mendapatkan penanganan medis.
Seperti diberitakan Wartabanjar.com sebelumnya, dalam sebuah sebuah video, seorang menyatakan masih ada seorang kru yang terjebak di kabin dan masih mengenakan sabuk pengaman.
Rekaman itu juga memperlihatkan warga menarik badan heli ke tepi sungai.
Jenazah Yayan dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu sore.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat menyatakan seluruh awak heli yang berjumlah tiga orang selamat.
Namun BNPB memperbarui informasi dengan menyatakan masih ada satu awak dalam pencarian.
Merespons kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin memberangkatkan tim penyelamat sebanyak 18 personel termasuk penyelam pada pukul 13.10 Wita untuk melakukan operasi pencarian.
Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau sekitar 71 nautical miles dari Dermaga SAR Basirih.
Tim SAR dilengkapi sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), perlengkapan selam, serta alat pendeteksi bawah air atau Aqua Eye.
Berdasarkan informasi BNPB, tim penyelamat dijadwalkan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 18.10 Wita untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap satu awak helikopter yang masih hilang. (Wartabanjar.com)