WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Hujan yang berangsur-angsur turun membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mereda. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, terdapat 83 kejadian karhutla dengan luasan sekitar 231,8 hektare sepanjang September 2026.

Sedangkan pada Oktober 2026, turun menjadi 51 dengan luasan sekitar 109,4 hektare.

Dengan demikian total lahan yang terdampak pada September-Oktober sebanyak 341,2 hektare.

Baca juga: Satu Lagi Heli Karhutla Kalimantan Jatuh, Warga Sungai Barito Kalsel Berusaha Selamatkan Kru

Video: Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, 3 Kru Selamat

Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan meski intensitas hujan masih relatif rendah, kondisi tersebut cukup menekan karhutla.

"Alhamdulillah, terkait dengan karhutla ini eskalasinya sudah mulai menurun atau melandai karena sudah ada beberapa kali hujan, baik di Kabupaten Tabalong sendiri walaupun intensitasnya kecil, maupun di kabupaten/kota lain di Kalsel," tutur Haris, Sabtu (7/11/2026).

Dia menjelaskan, tingginya luas lahan terbakar pada September juga dipengaruhi satu kejadian besar di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Bintang Ara, dengan luas kebakaran mencapai 87,7 hektare.

Adapun pada Oktober, sejumlah titik kebakaran masih ditemukan. Di antaranya di wilayah Padang Panjang dengan luas lahan terbakar 20,5 hektare dan Kembang Kuning seluas 12,5 hektare.

Menurut Haris, selain menekan kejadian karhutla, turunnya hujan diharapkan dapat membantu mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Meski kondisi mulai membaik, BPBD Tabalong tetap meminta masyarakat tidak lengah terhadap potensi kebakaran.

Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah tersebut penting dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali meluas, terutama jika kondisi cuaca kembali panas dan kering.(wartabanjar.com)