Status Siaga Darurat Karhutla Diturunkan, Personel Kodim 1006/Banjar Kembali ke Satuan
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Penurunan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, turut diikuti dengan penyesuaian penempatan personel TNI dari Kodim 1006/Banjar.
Personel yang sebelumnya bertugas di posko kawasan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, kini kembali ke satuan Kodim 1006/Banjar. Meski tidak lagi berposko di lokasi tersebut, pemantauan dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla tetap dilakukan.
Hal itu disampaikan Sertu Fitriaddin, Koordinator Lapangan Satgas Kodim 1006/Banjar, saat diwawancarai di Posko Karhutla kawasan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Sabtu (07/11/2026).
Ia menjelaskan, penurunan status siaga darurat bukan berarti penanganan karhutla sepenuhnya berakhir. Personel tetap disiagakan untuk merespons apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Dengan diturunkannya status siaga darurat, bukan berarti berakhir. Kita tetap melaksanakan standby, apabila ada kejadian dan tetap merespons. Untuk posko utama kami berada di Kodim 1006/Banjar," jelasnya.
Dengan demikian, kesiapsiagaan personel selanjutnya dipusatkan kembali di satuan Kodim 1006/Banjar, sembari terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Berdasarkan hasil patroli terbaru, titik api di kawasan Sambang Lihum hingga Guntung Damar saat ini sudah nihil.
Baca Juga: Krisis Air Belum Usai, Pemkab Banjar Pasok Air Bersih ke Kompleks Kebun Serai Permai Bincau
Baca Juga: Pemkab Banjar Petakan Potensi Usaha Pesantren Lewat Program Satu Pesantren Satu Produk
Meski demikian, pihaknya mengingatkan potensi karhutla masih dapat muncul kembali, terutama apabila kondisi cuaca kembali panas dan kering.
"Untuk saat ini berdasarkan hasil patroli, titik api sudah nihil di wilayah Sambang Lihum sampai daerah Guntung Damar. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila cuaca panas bisa terjadi lagi kebakaran," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk tindakan membakar lahan maupun membakar sampah sembarangan.
Menurutnya, dampak karhutla bukan hanya dirasakan oleh pelaku pembakaran, tetapi juga masyarakat luas yang dapat terdampak asap dan pencemaran lingkungan.