WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Upaya mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kini mulai diarahkan pada pemetaan unit usaha yang terukur. 

Langkah ini dilakukan melalui program "Satu Pesantren Satu Produk" (Banjar Cendikia) agar tiap ponpes memiliki sektor bisnis yang berkelanjutan.

Inisiatif tersebut diawali dengan gelaran Kajian Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha oleh Bapperida Kabupaten Banjar berkerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalsel di Martapura, Jumat (6/11/2026).

Kebijakan strategis ini pun mendapat sambutan hangat dari kalangan pimpinan pondok pesantren, ustaz-ustazah, perwakilan Kemenag Banjar, hingga kalangan perbankan dan mitra usaha yang siap memfasilitasi permodalan serta akses pasar bagi produk-produk karya santri Banjar.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Mujahid, menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk mendapatkan data akurat mengenai jenis usaha yang paling relevan dikembangkan oleh tiap ponpes.

”Kajian ini kami lakukan agar pemerintah daerah memiliki dasar data yang jelas. Jadi program pemberdayaan ekonomi pesantren nantinya bisa lebih tepat sasaran dan tidak asal jalan,” ujarnya.

Baca Juga ABK Kapal Putra Bugis yang Tenggelam di Laut Jawa Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

Baca Juga Siap-siap, November Ini Dibuka Rekrutmen CPNS 2026 untuk Kawal Program Pemerintah

Mujahid menegaskan, rekomendasi dari tim peneliti Brida Kalsel tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan harus ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait dalam penyusunan program kerja.

”Hasil kajian ini harus benar-benar dipakai sebagai bahan pertimbangan kebijakan dan perencanaan program di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, eksekusi program "Satu Pesantren Satu Produk" akan dilakukan secara bertahap dengan melihat kapasitas serta karakteristik masing-masing pesantren.

”Setiap pesantren punya kemampuan dan sumber daya yang berbeda. Pengembangannya disesuaikan dengan potensi dan peluang pasar di daerah masing-masing,” pungkasnya. (wartabanjar.com/*)