WARTABANJAR.COM, BANJARBARU — Hunian yang layak, sehat, dan aman merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara. 

Namun, di berbagai sudut daerah, masih banyak ditemukan keluarga prasejahtera yang harus bertahan hidup di bawah atap bocor, dinding rapuh, dan lantai beralaskan tanah. 

Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga menurunkan produktivitas serta kualitas hidup penghuninya.

​Menjawab persoalan tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel terus mengoptimalkan program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RTLH) yang populer disebut dengan program Aladin, — akronim dari atap, lantai, dan dinding. 

Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial di Banua.

​Kepala Dinsos Kalsel, Muhammad Farhanie mengungkapkan penggunaan istilah Aladin bukan tanpa alasan. 

Program ini dirancang secara taktis untuk menyasar bagian-bagian paling esensial dari sebuah bangunan rumah agar segera layak huni.

​"Bedah rumah ini kalau di Dinas Sosial lebih populer kami sebut dengan Aladin: atap, lantai, dan dinding. Tiga hal itulah yang kita benahi dari rumah itu karena keterbatasan anggaran," katanya. 

​Menurut Farhanie, perbaikan dimulai dari bagian atas terlebih dahulu karena kerusakan pada atap sering kali menjadi sumber utama ketidaknyamanan keluarga saat cuaca ekstrem. 

Ketika rumah bocor dan lantai lembab, konsentrasi kepala keluarga terpecah antara mencari nafkah dan mencemaskan keselamatan keluarga di rumah.

​Dengan membenahi atap, lantai, dan dinding secara simultan, warga penerima manfaat diharapkan dapat beristirahat dengan tenang dan kembali bersemangat untuk mencari penghasilan 

​Sepanjang 2026, Dinsos Kalsel merealisasikan program bedah rumah sebanyak 175 unit yang distribusikan secara merata ke seluruh kabupaten/kota.  

Baca Juga: Dinsos Kalsel Terus Tingkatkan Validitas Data Penerima Jaminan Sosial Agar Tepat Sasaran

Baca Juga: Genjot Layanan Trans Banjarbakula, Kalsel Miliki Feeder Transportasi Publik Kabupaten Terbanyak di Indonesia