WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pembangunan dan keberadaan drainase di Kota Banjarmasin mendapat perrhatian dari akademisi perencanaan kota dan wilayah Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase), Inu Kencana Hadi SPd MSc.

Menurut Inu, saluran air di Kota Seribu Sungai belum optimal sehingga tidak dapat mengatasi masalah genangan bahkan banjir. 

Dijelaskan Inu, ketinggian permukaan tanah Banjarmasin rata-rata sekitar minus 0,16 meter dari permukaan laut, sehingga air hujan sulit mengalir keluar, terutama saat air sungai pasang. 

Baca juga: Warga Berharap Tidak Asal Jadi, Dinas PUPR Banjarmasin Bangun Drainase di Sejumlah Lokasi

Baca juga: Gorong-gorong Bolong, Warga Beruntung Jaya Banjarmasin Terancam Kebanjiran Lagi

Sebagian besar air di Banjarmasin, ungkap Inu, mengalir menuju Sungai Barito dan Sungai Martapura lewat sungai-sungai yang berfungsi sebagai saluran primer.

Namun kondisi drainase yang tidak terhubung langsung ke sungai-sungai membuat masalah genangan bahkan banjir masih kerap terjadi di Banjarmasin. 

"Masalahnya beberapa drainase belum terhubung langsung ke sungai disebabkan banyak anak sungai yang mati, seperti Sungai Anak Pelambuan dan Sungai Cendrawasih ," ujarnya Sabtu (31/10/2026). 

Di sisi lain, ungkap Inu, sungai sering tersumbat sampah maupun sedimen. 

Hal ini membuat masalah genangan bahkan banjir tetap tak teratasi secara maksimal walau drainase sudah dibuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. 

Berdasarkan data kajian Inu, Banjarmasin punya drainase sepanjang 153 kilometer. 

Kecamatan yang memiliki drainase terpanjang adalah Banjarmasin Barat yakni 43 kilometer

"Di sisi lain, kondisi drainase di Banjarmasin terbilang sangat sempit, rata-rata 60 sentimeter dan dangkal. Sebagai pengamat, saya sangat mendukung program perbaikan drainase, namun harus diperdalam dan diperlebar," ujarnya. 

Menurut Inu, penyebab langsung genangan hingga banjir adalah dimensi saluran yang tidak mencukupi, sistem drainase yang kurang baik, letak saluran atau tanggul yang lebih tinggi dari bahu jalan, dan penyumbatan saluran oleh sampah. (Wartabanjar.com)