WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Ketersediaan beras di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Bahkan, daerah ini masih mengalami surplus beras sehingga dinilai mampu mengantisipasi kebutuhan pangan apabila terjadi bencana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, H Fahrul Raji, menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabalong, di halaman Pendopo Bersinar, Senin (02/11/2026).

Dikatakan Fahrul, kondisi ketahanan pangan Tabalong saat ini cukup baik. Hal itu didukung luas panen padi yang mencapai 8.714 hektare dengan rata-rata produktivitas sekitar lima ton.

Baca Juga: Gapoktan Usaha Bersama Tabalong Belajar Budi Daya Bawang Merah

Baca Juga: Pemda se-Kalsel Sepakat Biayai Pelatihan Komcad, Gubernur Ingin Digabung dengan Pelatihan Kepemimpinan ASN

“Jadi, kita masih surplus. Kami ingin sampaikan bahwa untuk beras di Tabalong khusus konsumsi itu kita aman, dan juga apabila terjadi bencana pun juga kita aman,” ujar Fahrul.

Selain sektor pangan, DKPPP Tabalong juga terus memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat melalui sektor perikanan.

Selama satu tahun ini, pihaknya menyiapkan produksi ikan patin sekitar lima ton, ikan nila enam ton, dan ikan lele dua ton.

Sementara itu, angka konsumsi ikan masyarakat Tabalong mencapai 44,66 kilogram per kapita per tahun. Menurut Fahrul, tingginya angka konsumsi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat terhadap produk perikanan cukup baik.

“Itu artinya masyarakat di Tabalong ekonominya tinggi dan bisa beli ikan,” ungkapnya.

Di sektor peternakan, DKPPP Tabalong juga meluncurkan program Gerakan Aksi Pengembangan Ayam Petelur Sistem Kluster Terintegrasi Masyarakat (Pasti Mas).

Program ini disiapkan untuk memastikan ketersediaan telur dan daging di Tabalong dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan sebanyak 1.500 bibit ayam petelur yang dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026.

Fahrul berharap proses penentuan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dapat segera rampung sehingga program tersebut bisa mulai dilaksanakan pada November ini.