Inflasi di Tabalong Oktober 2026 Capai 4,38 Persen, Harga Beras dan Emas Melonjak
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mencapai 4,38 persen pada Oktober 2026.
Kenaikan harga beras, cabai rawit, dan emas perhiasan menjadi sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabalong, Indeks Harga Konsumen (IHK) Tanjung naik dari 108,45 pada Oktober 2025 menjadi 113,20 pada Oktober 2026.
Kepala BPS Kabupaten Tabalong, Husnalia, mengatakan inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.
"Seperti kenaikan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tertinggi di antara kelompok pengeluaran utama, yakni 8,95 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 7,85 persen," ungkap Husnalia.(Senin, 2/11/2026).
Dilanjutkannya, sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, ikan nila, dan bahan bakar minyak (BBM).
"Beras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,70 persen.
Baca Juga Warga Berharap Tidak Asal Jadi, Dinas PUPR Banjarmasin Bangun Drainase di Sejumlah Lokasi
Baca Juga Relawan Banjarmasin Harus Terdaftar di e-Damkar untuk Dapat Insentif Banpres Karhutla
Adapun emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,81 persen,"ucap Husnalia.
Ditambahkanya, secara bulanan atau month to month (m-to-m), Kabupaten Tabalong mengalami inflasi sebesar 0,40 persen pada Oktober 2026. Sementara inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) tercatat 3,27 persen.
"Sekedar gambaran, di tingkat propinsi, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Tanah Laut sebesar 6,74 persen. Adapun inflasi terendah tercatat di Kotabaru sebesar 3,98 persen,"pungkasnya. (wartabanjar.com).