WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Sebanyak 83 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong, Senin (02/11/2026).

Pembukaan pelatihan berlangsung di Aston Tanjung City Hotel dan secara resmi dibuka Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf. Pembukaan ditandai dengan pemasangan helm kepada perwakilan peserta.

Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto, mengatakan, dari 323 orang yang mendaftar pada empat jenis pelatihan yang disiapkan, hanya 83 orang yang dinyatakan lolos seleksi.

“Dari keseluruhan kegiatan terdapat 323 orang pendaftar, dan sebanyak 83 orang ditetapkan sebagai peserta pelatihan,” katanya.

Adapun empat jenis pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan meliputi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum sebanyak 35 peserta.

Baca Juga: Inflasi di Tabalong Oktober 2026 Capai 4,38 Persen, Harga Beras dan Emas Melonjak

Baca Juga: Gapoktan Usaha Bersama Tabalong Belajar Budi Daya Bawang Merah

Kemudian pelatihan pengoperasian alat berat ekskavator sebanyak 16 peserta, pengoperasian alat berat dump truck sebanyak 16 peserta, serta pelatihan dan sertifikasi BNSP Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 3 sebanyak 23 peserta.

Hady menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung visi pembangunan daerah, yakni mencetak 15.000 tenaga terampil.

Menurutnya, Tabalong memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor pertambangan, energi, perkebunan, konstruksi, perdagangan, dan jasa.

“Kabupaten Tabalong memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya pada sektor pertambangan, energi, perkebunan, konstruksi, perdagangan, dan jasa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya.

Ia menyebut, persaingan untuk mengikuti pelatihan cukup ketat. Dari 323 pendaftar, hanya 83 orang yang berhasil lolos seleksi.

“Dari 323 pendaftar, yang diterima sekitar 83 orang, jadi dari empat orang, satu yang lolos mengikuti pelatihan ini. Mudah-mudahan ini benar-benar bisa sesuai harapan, mereka bisa bekerja,” katanya.

Habib Taufan menegaskan, pelatihan tidak hanya bertujuan mendapatkan sertifikat, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan yang dapat diterapkan di dunia kerja.