AKP Adhitya Rizki Ridhotomo menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh tebalnya kabut asap di wilayah Tanah Laut.

"Sampai pelaksanaan apel gelar pasukan saat ini, belum ada laporan polisi terkait kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kabut asap karhutla," tutur AKP Adhitya Rizki Ridhotomo.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Kalsel, kasus kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dari 947 kasus pada 2024 menjadi 871 kasus pada 2025, dengan angka kematian turun dari 389 orang menjadi 267 orang. 

Melalui Operasi Patuh Intan 2026 ini, Polres Tanah Laut mengutamakan penegakan hukum humanis dan teguran simpatik guna mewujudkan Kamseltibcarlantas yang kondusif. 

Selain jajaran kepolisian dan instansi terkait, kegiatan apel ini juga melibatkan anggota Pramuka Saka Bhayangkara. Keterlibatan generasi muda ini ditujukan untuk menjangkau sosialisasi lalu lintas di kalangan pelajar sekolah, yang rentan terhadap pelanggaran dan risiko kecelakaan.

​Salah satu peserta apel dari Pramuka Saka Bhayangkara Polres Tanah Laut, Prececilia Anastasya Putri Riansyah, turut memberikan imbauan kepada para siswa-siswi dan generasi muda di sekolah-sekolah agar selalu tertib berlalu lintas.

​"Dengan adanya Operasi Kepolisian Patuh Intan 2026, saya mengimbau teman-teman agar selalu menggunakan helm dan mematuhi peraturan lalu lintas," imbau Prececilia.

​Melalui pendekatan preventif dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta kelompok masyarakat, pihak kepolisian bersama Saka Bhayangkara berharap angka pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja dapat ditekan secara maksimal. (Wartabanjar.com)