WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Tidak ada satu pun pesawat yang dijadwalkan mendarat dan terbang dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/10/2026). 

Penghentian sementara operasional penerbangan dilakukan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kondisi penerbangan di wilayah tersebut. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi bandara, seluruh jadwal penerbangan untuk sementara tidak beroperasi. 

Baca juga: Pemko Banjarmasin Surati Presiden Terkait Penanganan Karhutla, Usai Dua Kali Tak Dapat Banpres

Baca juga: Akses Penghubung Tungkap-Muara Pitap Balangan Segera Rampung, Warga Bakal Nikmati Infrastruktur Baru

Sejumlah maskapai juga mengumumkan pembatalan penerbangan dari dan menuju Palangka Raya yakni Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, Super Air Jet dan Batik Air. 

Rute yang terdampak antara lain penerbangan dari Jakarta dan Surabaya menuju Palangka Raya maupun sebaliknya. 

Lion Air mengumumkan pembatalan penerbangan rute Surabaya–Palangka Raya–Surabaya pada 26 dan 27 Oktober 2026. 

Citilink juga membatalkan sejumlah penerbangan rute Jakarta–Palangka Raya–Jakarta dan Surabaya–Palangka Raya–Surabaya hingga akhir Oktober.

Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan rute Jakarta–Palangka Raya dan Palangka Raya–Jakarta pada periode 24–26 Oktober 2026. 

Sementara Super Air Jet dan Batik Air juga telah mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan yang melayani rute Palangka Raya.

Gangguan operasional penerbangan terjadi di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan Tengah dan sejumlah wilayah lain. 

Data BNPB menunjukkan terdapat 7.491 titik panas di enam provinsi prioritas penanganan karhutla hingga 22 Oktober 2026. 

Luas lahan terbakar dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai 1.164,51 hektare.

BNPB juga melaporkan lebih dari 71 ribu personel gabungan diterjunkan untuk menangani karhutla di berbagai wilayah. 

Operasi didukung armada darat dan udara, termasuk helikopter water bombing dan kegiatan modifikasi cuaca.

Menjelang masuknya musim peralihan cuaca, otoritas bandara dan maskapai mengimbau calon penumpang memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara.