Madihin Sebagai Warisan Budaya Banjar yang Terus Dihidupkan Anak Muda Banjarbaru
Arif Putra menyampaikan, pelestarian kesenian tradisional perlu terus dilakukan di tengah keberagaman masyarakat Kota Banjarbaru.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu mengenal budaya sendiri, tetapi juga menghargai kebudayaan dari berbagai suku.
“Walaupun berbeda-beda, kita menonjolkan keunikan dan ciri khas masing-masing, tetapi bukan berarti kita saling bermusuh-musuhan atau bersaing. Mudah-mudahan kita saling menjaga silaturahmi, lebih banyak kolaborasi, mengadakan kegiatan bersama, berdiskusi, dan saling berbagi,” ujar Arif.
Ia berharap gerakan pelestarian budaya mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat.
Konsistensi para pegiat seni juga diperlukan, agar kesenian tradisional tetap berkembang dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui Madihin, Sinoman, dan Sinoman Hadrah, Teras Project Banua berupaya menjaga agar kesenian warisan leluhur tetap dikenal dan dipelajari generasi muda.
Dengan demikian, budaya Banjar tidak sekadar menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah perkembangan masyarakat modern. (Wartabanjar.com)