WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kesenian tradisional Madihin menjadi salah satu budaya Banjar yang terus dilestarikan generasi muda di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Upaya tersebut dilakukan Teras Project Banua melalui kegiatan seni, pertunjukan, dan edukasi budaya kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Komitmen melestarikan budaya lokal itu terlihat saat Teras Project Banua tampil dalam rangkaian kegiatan, setelah pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan, Sabtu (17/10/2026).

Usai tampil, perwakilan Teras Project Banua, Waladun Saleh, diwawancarai bersama rekannya, Arif, yang juga terlibat dalam pertunjukan kesenian tradisional tersebut. Keduanya menjelaskan upaya komunitas dalam menjaga dan mengenalkan kesenian Banjar kepada generasi muda.

Teras Project Banua merupakan komunitas yang bergerak dalam pemberdayaan pemuda melalui kesenian tradisional Banjar, dengan fokus pada Madihin, Sinoman, dan Sinoman Hadrah.

Waladun Saleh mengatakan, komunitas tersebut resmi dibentuk pada 1 Juni 2025. Pembentukannya berawal dari kebutuhan untuk menyatukan gerakan para pegiat seni yang sebelumnya telah berkegiatan secara mandiri.

Baca Juga: Murjani Dilantik SebagaI Ketua KORMI Banjarbaru, Siap Hidupkan Olahraga hingga Tingkat RT

Baca Juga: Muskotlub KORMI Banjarbaru 2026 Sepakat Murjani Calon Tunggal Ketua Periode 2026-2031

“Dengan berdasarkan musyawarah dengan teman-teman, kami memerlukan legalitas dalam gerakan kebudayaan ini. Maka, kami membentuk namanya Teras Project Banua,” ujar Waladun.

Ia menjelaskan, nama Teras Project Banua terinspirasi dari teras-teras rumah yang menjadi tempat berkumpul, belajar, dan bertukar pengalaman. Rumah salah satu anggota menjadi titik kumpul sekaligus tempat kegiatan komunitas.

Saat ini, Teras Project Banua telah terdaftar sebagai kelompok atau komunitas budaya di bawah Disporabudpar Kota Banjarbaru.

Dalam menjalankan kegiatan, komunitas ini mengedepankan kebersamaan dengan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. 

Mereka juga mengundang pegiat seni senior untuk memberikan pembelajaran kepada anggota.

Selain tampil dalam berbagai kegiatan, komunitas ini melakukan edukasi kesenian tradisional kepada masyarakat, terutama pelajar sekolah dasar di wilayah Landasan Ulin, Liang Anggang, dan sekitarnya.