WARTABANJAR.COM - Rapuhnya lini belakang Inter Milan musim ini terlihat saat mengalami kekalahan dari Club Brugge. Pelatih Inter Cristian Chivu mengaku bertanggung jawab atas hal itu.

Inter kalah 3-4 kala menjamu Club Brugge di matchday 2 Liga Champions, tengah pekan kemarin. 

Itu berarti, Inter hanya dua kali clean sheet dalam delapan pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Gawang Nerazzurri sudah kebobolan delapan gol dalam enam pertandingan di Serie A. Sementara di Liga Champions, dari dua pertandingan, Inter kemasukan enam gol.

Inter total sudah kebobolan 14 gol dalam delapan pertandingan. Chivu sadar betul memperbaiki lini belakang Inter jadi tanggung jawabnya.

"Harus mulai dari saya. Saya lah penanggung jawab utama," ujar Chivu seperti dilansir Football Italia.

"Kami harus membangun pola pikir yang sama dan bertanggung jawab. Ini sekelompok pemain hebat; kami hanya harus menemukan kekompakan, dan terhubung kembali dengan momen-momen berbeda dalam pertandingan dengan tidak membiarkan kesulitan menjatuhkan kami."

Baca Juga: Enzo Maresca Ajak Fans Manchester City Bawa Banyak Balon Pisang Tiup ke Etihad

Baca Juga: Hasil Lengkap 18 Laga Liga Europa: 10 Pemain AC Milan Pesta Gol, Juventus Menang Tipis

"Kami tidak boleh menjadikannya (kekalahan dari Club Brugge) sebagai drama, meski itu menyakitkan, karena ekspektasinya tinggi."

"Kami bisa saja menang, dan saya mengatakan ini dengan segala hormat kepada lawan. Mereka rapi dan menyulitkan kami ketika mental kami menurun. Kami kehilangan kepercayaan diri dan jadi bingung. Kami bukannya tetap rapi tapi malah bereaksi secara emosional," katanya.

Di kompetisi lokal, Inter Milan akan bertandang ke markas Bologna pada giornata ketujuh Liga Italia 2026/2027. 

Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Stadio Renato Dall’Ara pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Modal Nerazzurri saat datang memang kurang meyakinkan. Mereka baru saja kalah dramatis 3-4 dari Club Brugge di Liga Champions. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Inter di kompetisi Eropa, menjadi empat kekalahan beruntun.