WARTABANJAR.COM, BARABAI – Objek Wisata Baruh Bunga, Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, menjadi lokasi Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu (Perkajusami) ke-XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, pada 15–18 Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti 330 orang yang terdiri dari 165 peserta, 70 calon Bantara, dan 95 panitia. 

Selama empat hari, para anggota Pramuka mengikuti beragam kegiatan untuk mengasah kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, serta keterampilan menghadapi tantangan di alam terbuka.

Perkajusami ke-XII dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama HST, H Anwar Hadimi, didampingi Kepala MAN 1 HST H Someran selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus).

Mengusung tema “Bapijak Tagap di Bumi Murakata, Penegak Mantap Mengabdi ka Banua”, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, sekaligus memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerah.

Someran menjelaskan, perkemahan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya anggota Pramuka, tetapi juga sarana menumbuhkan keimanan, mempererat solidaritas, mengembangkan bakat, serta membangun mental yang kuat.

Baca Juga: Jumat Keliling Polres HST Sasar Sejumlah Masjid, Ini Pesan Kapolres

Baca Juga: Bukan Sekadar Terabas, 573 Peserta Jelajah Alam Barabai Ikut Promosikan Wisata HST

“Perkemahan ini diisi dengan berbagai kegiatan lomba dan tantangan yang diikuti 330 orang dengan rincian 165 orang peserta, 70 orang calon Bantara dan 95 orang panitia,” jelasnya.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal, dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan.

Ketua Pelaksana Perkajusami ke-XII, M Yahya Helmi, mengatakan panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk mendukung pembinaan jasmani dan rohani peserta.

Panitia juga menggelar pembukaan adat yang dipimpin pemangku adat sebelum rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai dan tradisi adat dalam pelaksanaan perkemahan.

“Kita juga sebelumnya sudah menggelar pembukaan adat yang dipimpin oleh pemangku adat, guna menjaga marwah adat dalam semua rangkaian kegiatan perkemahan ini,” ujarnya.