Dugaan Permainan di SPBU Masuk Sorotan 21 Rekomendasi Pansus BBM DPRD Kalsel
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Setelah bekerja selama enam bulan, Panitia Khusus Bahan Bakar Minyak (Pansus BBM) bersubsidi DPRD Kalsel merekomendasikan pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus lebih diperketat.
Pengetatan pengawasan SPBU itu menjadi satu di antara 21 rekomendasi Pansus BBM Bersubsidi DPRD Kalsel.
Pansus berpendapat kelangkaan BBM di Kalsel tidak cukup dijawab dengan alasan kendala distribusi.
Pasalnya, Pansus menyoroti adanya dugaan permainan di SPBU yang dinilai ikut memicu tersendatnya penyaluran BBM kepada masyarakat.
Ada 21 rekomendasi hasil kerja Pansus BBM Bersubsidi DPRD Kalsel yang diserahkan kepada Satgas BBM dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
Ditegaskan Ketua Pansus HM Syaripuddin, pengawasan distribusi BBM juga harus diperketat, mulai dari perjalanan hingga tiba di SPBU.
Pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada ketersediaan stok. Rantai distribusi juga harus diawasi secara ketat, agar BBM benar-benar sampai kepada masyarakat sesuai kebutuhan.
Pansus pun merekomendasikan penguatan pengawasan yang melibatkan Satgas BBM, PT Pertamina Patra Niaga, serta aparat keamanan.
Dari 21 rekomendasi tersebut, pria yang akrab disapa Bang Dhin itu berharap sedikitnya 80 persen dapat ditangani.
“Kalau tidak bisa 100 persen, saya berharap 80 persen. Karena ini adalah kebutuhan masyarakat. Itu yang harus kita perhatikan,” ucapnya, seusai rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (14/10/2026).
Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengungkapkan Pansus yang beranggotakan 15 orang itu bertugas memperkuat temuan lapangan berdasarkan fakta dan bukti.
Karena itu ia menyatakan rekomendasi Pansus harus dijadikan bahan evaluasi sekaligus perbaikan tata kelola distribusi BBM bersubsidi.
Baca Juga: DPRD Kalsel Minta Pemprov Perbaiki APBD-P 2026 Sesuai Evaluasi Kemendagri
Ia juga mengharapkan ada evaluasi berkala, untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
“Nanti kita minta laporannya, mungkin per tiga bulan untuk melihat distribusi BBM di masyarakat,” ujarnya.