Hasil pahit ini membuat Persikad sukses mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Grup A, sementara kekalahan perdana di bawah asuhan Teco ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Semen Padang FC.

Coach Teco menilai anak asuhnya sebenarnya tampil mendominasi dan memiliki banyak peluang emas di babak pertama, namun gagal menjaga konsentrasi hingga detik-detik akhir pertandingan.

"Di babak pertama, Semen Padang sudah main bagus, sudah main lebih bagus dari lawan, sudah cetak gol. Kita punya minimal empat peluang clear buat cetak gol lebih, tapi di babak pertama kita cetak cuma satu gol," ujar Teco.

Pelatih asal Brasil itu juga menyayangkan hilangnya fokus di lini belakang pada menit-menit akhir yang berujung pada hukuman serangan balik mematikan dari kubu tuan rumah.

"Di babak kedua, ya pastinya lawan mau kalah di kandang, dia lebih menyerang dari kita, bisa cetak gol juga satu sama. Terus yang terakhir, yang bola terakhir, kita hilang organisasi di corner, kita menyerang dari corner, mereka bisa serang balik, bisa menang pertandingan," tambahnya.

Senada dengan sang pelatih, gelandang Semen Padang, David Maulana, turut mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil akhir yang diraih timnya. 

Ia mengakui bahwa kegagalan menjaga organisasi permainan di paruh kedua menjadi titik balik kekalahan mereka.

"Pasti perasaannya sedih, juga kecewa. Tapi kita enggak boleh berhenti di sini, kita harus lebih baik lagi ke depannya," ungkap David Maulana. (Wartabanjar.com/ileague)