WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Harga getah karet di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menembus Rp 20.000 per kilogram. 

Kendati demikian kenaikan harga tersebut tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh petani karena produksi getah menurun drastis akibat kemarau panjang dan gugur daun yang berulang.

Amat, pengepul getah karet di Tabalong, mengaku membeli getah dari petani dengan harga Rp 18.500 per kilogram. 

Baca juga: Tujuh Fraksi DPRD HST Beri Catatan Tiga Raperda, Aturan Pajak Jangan Bebani UMKM

Baca juga: Polres Balangan Ringkus Tiga Pria di Mantimin, Diduga Jaringan Narkotika

Meski harga relatif tinggi, jumlah getah yang diterimanya dari petani justru jauh berkurang.

Menurut Amat, mengumpulkan getah karet hingga satu ton dalam sepekan kini menjadi pekerjaan yang cukup berat karena hasil sadapan petani menurun.

“Untuk mengumpulkan satu ton saja setiap minggu cukup berat, karena produksinya berkurang,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Kondisi serupa dirasakan Sumardi, petani karet di Tabalong.

Ia mengatakan, sebagian besar tanaman karet milik petani menghasilkan getah dalam jumlah yang sangat sedikit.

Menurutnya, gugur daun yang terjadi berulang kali, ditambah kemarau panjang, membuat getah yang menetes dari pohon karet semakin sedikit.

Akibatnya, harga jual yang tinggi belum mampu memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi petani.

“Meskipun harga mahal, tetapi getahnya sedikit, bagaimana kami bisa menikmati,” tutur Sumardi.

Berdasarkan pantauan wartabanjar.com di sejumlah titik pengepul getah karet di Tabalong, harga pembelian bervariasi, mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh nilai jual lebih tinggi. Namun, penurunan produksi tetap menjadi kendala utama yang membatasi pendapatan mereka.

Dengan kondisi tersebut, tingginya harga karet belum sepenuhnya menjadi kabar baik bagi petani. 

Sebab, keuntungan yang diperoleh tidak hanya ditentukan oleh harga jual, tetapi juga oleh banyaknya getah yang berhasil dipanen.(wartabanjar.com)