Dalam proses pembasahan, petugas memanfaatkan kanal-kanal yang tersedia di kawasan tersebut. Air disedot menggunakan mesin pompa dompeng dan alkon untuk membasahi lahan yang masih berpotensi memunculkan api.

Fendi menegaskan, berkurangnya kobaran api belum berarti kondisi sepenuhnya aman. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap tetap menjadi perhatian dan terus ditangani petugas.

Selain penanganan dari darat, upaya pemadaman juga mendapat dukungan melalui water bombing menggunakan helikopter.

Menurut Fendi, bantuan pemadaman melalui udara diperlukan karena beberapa titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat.

“Kami sempat berkoordinasi dengan BPBD untuk meminta bantuan water bombing menggunakan helikopter, karena jarak titik api cukup jauh dan sulit dijangkau,” tuturnya.

Dukungan tersebut diharapkan membantu mempercepat penanganan titik kebakaran yang sulit dijangkau, terutama ketika angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Penugasan Dijadwalkan hingga 31 Oktober
Fendi menyebutkan, berdasarkan surat perintah yang diterima, penugasan personel Yon TP 828 di wilayah tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. 

Namun, masa penugasan dapat menyesuaikan kebutuhan penanganan karhutla dan kondisi di lapangan.

Ia berharap seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat sinergi agar kebakaran segera terkendali dan dampak kabut asap dapat dikurangi.

“Kami berharap semua pihak terus bersinergi dan bahu-membahu memadamkan api, khususnya di wilayah Banjarbaru. Harapan kami juga semoga segera turun hujan agar kebakaran bisa berakhir,” pungkasnya.

Hingga Sabtu sore, personel Yon TP 828 masih melakukan penanganan di lapangan melalui patroli, pemadaman, dan pembasahan pada titik-titik yang mengeluarkan asap guna mencegah kebakaran kembali meluas. (Wartabanjar.com)