Prajurit Yon TP 828 Intensifkan Pembasahan Karhutla di Hutan Lindung Landasan Ulin Utara Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung, Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih terus dilakukan.
Petugas gabungan mengintensifkan pemadaman dan pembasahan untuk mencegah titik api kembali menyala.
Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 828 Banua Warani Matoni, turut dikerahkan dalam upaya penanganan tersebut, terutama untuk menjangkau titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Letnan Dua CKM Fendi Setiawan dari Yon TP 828 Banua Warani Matoni, menjelaskan perkembangan penanganan karhutla tersebut saat ditemui di Posko Satgas Karhutla Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Fendi mengatakan, personel Yon TP 828 telah bertugas di wilayah Banjarbaru sejak 26 Agustus 2026, berdasarkan surat perintah Danrem.
“Total personel kami ada 110 orang. Selama bertugas, kami terbagi di tiga titik, yakni Sambang Lihum, Guntung Damar, dan Pengayuan,” ujarnya.
Menurut Fendi, personel disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan kebakaran di wilayah Banjarbaru.
Mereka bekerja sama dengan BPBD, relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Satpol PP, Lanud, dan kepolisian dalam upaya memadamkan api.
Baca Juga: Suplai Air Bersih di Banjarbaru dan Banjar Terhenti, PTAM Intan Banjar Sebut Pipa Bocor
Baca Juga: Kapolres Banjarbaru Cup 2026 Resmi Ditutup, H. Arief-Suwardi Juara Ganda Veteran
Cegah Api Merembet ke Kawasan Hutan Lindung
Fendi mengungkapkan, saat melakukan patroli di sekitar kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, petugas menemukan area kebakaran yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung.
Setelah melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, petugas mendapati adanya batas antara kawasan hutan lindung dan lahan yang terbakar.
Kondisi itu menjadi perhatian, karena api yang merembet ke kawasan hutan lindung berpotensi memperluas kebakaran dan menyulitkan proses pemadaman.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah personel ditempatkan di lokasi guna melakukan pemantauan dan pembasahan secara berkelanjutan.
“Api yang sudah padam masih menyisakan asap. Kalau dibiarkan, bisa menyala kembali. Karena itu, kami terus melakukan pembasahan sampai tidak ada lagi asap yang keluar,” jelasnya.