Desa Mahela HST Jadi Wakil Daerah di STBM Award Kalsel, Sanitasi Rumah Warga Diperiksa
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kondisi sanitasi rumah warga di Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menjadi perhatian Tim Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Desa Mahela mewakili HST dalam ajang tersebut. Tim melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (08/10/2026) dengan meninjau fasilitas sanitasi, sekaligus melihat penerapannya di lingkungan masyarakat.
Pemeriksaan mencakup jamban sehat, septic tank, saluran pembuangan air limbah, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat pemanfaatan fasilitas sanitasi yang tersedia, serta upaya warga menjaga kebersihan lingkungan.
Mewakili Bupati HST, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Syahruli, mengatakan keberhasilan program STBM tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas sanitasi.
Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sehat.
“STBM bukan hanya sekadar program sanitasi, tetapi bagaimana membangun kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkab HST Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Kebakaran di Mahang Sungai Hanyar
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Selimuti HST, BPBD Sebut Dibawa Angin dari Luar Daerah
Syahruli juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, kader STBM, kader kesehatan, TP PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dalam mendukung penerapan sanitasi di Desa Mahela.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kunjungan Lapangan STBM dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Anhan Ihwan, mengapresiasi upaya masyarakat dalam menyediakan fasilitas sanitasi yang layak.
Menurutnya, pembangunan septic tank menggunakan Dana Desa maupun secara mandiri menunjukkan adanya upaya masyarakat memenuhi kebutuhan sanitasi di lingkungan tempat tinggal.
Pengelolaan air limbah juga menjadi perhatian. Penggunaan pipa dan gorong-gorong resapan dinilai dapat membantu mengalirkan air limbah, sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan apabila dibangun dan dikelola dengan baik.
Melalui verifikasi tersebut, penerapan STBM di Desa Mahela dinilai dari upaya penyediaan fasilitas hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga sanitasi sehari-hari.