Perlu 10 Hari Perbaikan Pipa Bocor BPAM Banjarbakula, Suplai Air Bersih Banjarbaru Banjar Terhenti
Setelah perbaikan selesai, pasokan air baku dari jalur utama diharapkan dapat dipulihkan secara bertahap.
Di tengah gangguan tersebut, BPAM Banjarbakula mengoperasikan Intake Darurat dengan kemampuan debit sekitar 120 liter per detik.
“Pengoperasian ini menjadi langkah sementara untuk membantu menjaga pasokan air baku selama jalur transmisi utama dalam proses penanganan,” ungkapnya.
Wahyu mengakui kebocoran pipa utama berdampak terhadap operasional distribusi air baku.
Karena itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan pompa darurat dan menyiapkan langkah operasional pendukung, termasuk pengaturan aliran melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami berupaya agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Memang ada gangguan karena kebocoran terjadi pada pipa utama, tetapi kami terus mengoptimalkan sistem yang tersedia agar pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BPAM Banjarbakula juga telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi kerawanan kebocoran pada jalur transmisi.
Menurutnya, revitalisasi menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko kebocoran berulang di titik yang sama.
Dengan pembenahan infrastruktur tersebut, keandalan sistem transmisi air baku diharapkan semakin terjaga.
BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan akibat kebocoran pipa tersebut.
Masyarakat juga diminta memahami proses penanganan yang sedang berlangsung, sembari BPAM Banjarbakula terus memantau kondisi sistem dan mengupayakan perbaikan agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)