53 Orang Masih Hilang di Hari ke-27 Tragedi Kapal Virgo, DVI Identifikasi 72 Jenazah
Basarnas bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.
Area pencarian diperluas hingga kawasan pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Meski operasi telah berlangsung hampir empat pekan, pencarian belum dihentikan. Tim gabungan masih berupaya menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Selain pencarian korban, penanganan bangkai KM Virgo Transport 8 melalui proses salvage atau pengangkatan kapal juga terus dipersiapkan.
Perwakilan pemilik kapal menyampaikan bahwa pemantauan potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi kejadian masih dilakukan.
Dokumentasi kondisi kapal juga menjadi bagian dari tahapan penanganan tersebut.
Adapun peralatan khusus untuk mendukung proses salvage dijadwalkan tiba di Pelabuhan Trisakti pada Sabtu (10/10/2026) sore.
Kedatangan peralatan itu diharapkan dapat mendukung tahapan selanjutnya dalam penanganan bangkai kapal.
Proses pengangkatan nantinya tetap memperhatikan kondisi kapal serta potensi dampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Di tengah upaya pencarian dan identifikasi, pemenuhan hak keluarga korban juga terus dilakukan.
Perwakilan Jasa Raharja menyampaikan, dari 72 korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 69 ahli waris sudah menerima santunan.
Sementara itu, santunan untuk tiga korban yang baru teridentifikasi masih dalam proses verifikasi administrasi.
Jasa Raharja bersama Jasa Raharja Putera menyatakan akan terus mendampingi keluarga korban agar hak-hak mereka dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain santunan, pihak pemilik kapal juga menyatakan bertanggung jawab terhadap biaya pengiriman dan pemulangan jenazah hingga ke rumah duka masing-masing korban.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi musibah, termasuk mereka yang masih menunggu penyelesaian administrasi.
Dalam penanganan lanjutan tragedi tersebut, kepolisian masih menempatkan personel di posko gabungan untuk membantu proses pendataan serta memberikan pelayanan kepada keluarga korban.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam musibah ini diimbau segera melapor kepada petugas agar informasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui proses pencocokan data.
Sementara itu, proses hukum terkait kecelakaan kapal tersebut telah dilimpahkan kepada Bareskrim Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut.