Setelah dipastikan meninggal, jasad Faradila kemudian dibuang ke aliran sungai di kawasan Wonorejo, Pasuruan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Batu, Budi Murwanto, mengatakan para terdakwa pada dasarnya mengakui rangkaian pembunuhan sebagaimana tertuang dalam BAP.

Dalam persidangan, Suyitno berupaya meyakinkan majelis hakim bahwa dirinya tidak memiliki niat membunuh korban. 

Namun, jaksa menilai pengakuan tersebut bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan saat penyidikan.

Berdasarkan BAP, Suyitno sempat lebih dahulu mencekik korban sebelum Bripka Agus melanjutkan aksi tersebut hingga Faradila meninggal dunia. 

Selama proses pencekikan berlangsung, Suyitno disebut memegangi tubuh korban agar tidak melakukan perlawanan.

Budi Murwanto menegaskan pengakuan Suyitno di persidangan hanya merupakan bentuk pembelaan.

Ia juga mengungkapkan Agus sempat berusaha melindungi Suyitno dengan menutupi keterlibatannya dalam pembunuhan.

Namun, setelah muncul dugaan bahwa korban mengalami persetubuhan usai dibunuh, Agus akhirnya memberikan keterangan baru bahwa pembunuhan dilakukan bersama Suyitno tanpa adanya tindakan asusila.

"Akhirnya keterangan Suyitno dan Agus ini saling bersesuaian, dalam artian memang tidak ada hubungan intim saat pembunuhan terjadi," ungkap Budi.

Ia menambahkan, berdasarkan fakta persidangan, kedua terdakwa tetap pada pengakuan bahwa setelah korban meninggal dunia, jasadnya langsung dibuang.

"Mereka hanya membunuh, lalu jasad korban langsung dibuang. Itu sesuai dengan fakta di BAP. Mengenai keberadaan sperma tersebut, mereka menegaskan tidak tahu-menahu bagaimana sperma itu bisa ada di tubuh korban," tegas Budi.

Motif Pembunuhan

Selain itu, dalam sidang terungkap juga motif pembunuhan yang dilakukan Agus dan Suyitno.

Aksi nekat itu bermula saat Agus terjerat cicilan utang bank yang sudah jatuh tempo. 

Upaya meminjam uang ke mertua melalui sang istri, gagal.

Agus kemudian mengetahui adik iparnya atau korban Faradilla pindah kuliah dari Universitas Jember ke UMM karena ada masalah foto dan video asusilanya tersebar di media sosial.