Karhutla Kalsel Belum Padam, Wamenko Hanif ke Pengayuan Siapkan Perendaman Gambut dan 30 Kanal Blocking
Hanif mengatakan, usulan penggunaan drone secara masif tersebut muncul dalam evaluasi bersama jajaran terkait.
“Dalam jangka pendek itu yang kita lakukan pagar betis. Tidak boleh api datang baru, api lama kita kejar pakai drone thermal,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan juga akan diperkuat dengan penambahan pos di sejumlah kawasan yang dinilai rawan.
Langkah tersebut untuk memastikan titik api maupun bara yang tersisa, dapat segera ditemukan dan ditangani sebelum kembali membesar.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Hanif mengungkapkan, dukungan anggaran sekitar Rp9 miliar disiapkan untuk pembangunan infrastruktur pengelolaan air, termasuk empat sumur yang ditujukan membantu membasahi kawasan hutan lindung.
Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 kanal blocking beserta pintu air.
“Untuk informasi saja, hari ini kita dibantu Pak Dirjen Sumber Daya Air Rp9 miliar, untuk membangun empat sumur penting untuk membasahi hutan lindung, dan mungkin ada 30-an kanal blocking yang kita bangun dan pintu air,” ungkap Hanif.
Saat ini, titik pembangunan masih dalam tahap perancangan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Survei menggunakan drone juga akan dilakukan, untuk menentukan titik-titik yang paling tepat dalam pengelolaan tata air kawasan gambut.
Hanif berharap, pembangunan tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan memberikan dampak jangka panjang, dalam mencegah karhutla kembali terjadi.
Hanif menegaskan, pengalaman penanganan karhutla di Kalsel menunjukkan bahwa kawasan gambut membutuhkan pendekatan berbeda.
Pemadaman api di permukaan saja tidak cukup, karena api dapat bertahan di bawah permukaan gambut dan kembali muncul.
“Gambut ini sudah kita buktikan, 20 hari sudah kita di sini enggak padam-padam. Artinya kita kembali ke langkah konvensional, dengan melakukan manajemen gambut melalui perendaman,” katanya.
Karena itu, pemerintah kini menggabungkan penanganan jangka pendek berupa patroli, pengawasan, pemadaman dan pemantauan drone, dengan langkah jangka panjang melalui pembangunan kanal blocking, pintu air dan sumber air.