“Total sampai sekarang 120 starter,” kata Supiansyah.

Menurutnya, besarnya jumlah peserta menunjukkan minat generasi muda terhadap olahraga balap motor cukup tinggi. Karena itu, diperlukan wadah resmi, agar minat tersebut tidak disalurkan di jalan raya.

Supiansyah mengatakan, salah satu tantangan dalam pembinaan pembalap muda, adalah membiasakan mereka dengan standar keselamatan, dalam sebuah kejuaraan resmi.

Para peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan balap yang memenuhi standar keselamatan. Hal ini berbeda dengan kebiasaan sebagian anak muda, yang menyalurkan hobi balap di jalan raya tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

“Selama ini, mungkin mereka balap cuma di jalan raya. Kita ingin merangkul mereka agar benar-benar bisa ikut kejuaraan balap yang sebenarnya seperti apa,” ujarnya.

Menariknya, kelas yang disediakan juga menggunakan konsep minim anggaran, dengan motor yang masih dalam kondisi standar showroom.

“Motornya standar showroom. Jadi kita mewadahi remaja-remaja agar bisa menyalurkan bakatnya di sini,” tutur Supiansyah.

Konsep tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar dan generasi muda, yang memiliki minat di dunia balap, tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya, mendorong pelajar yang selama ini tertarik dengan aksi balap di jalan, agar beralih ke arena resmi.

“Dengan Hari Lalu Lintas, edukasinya agar merangkul para pelajar yang suka balap liar di jalan, agar mereka bisa menyalurkan bakatnya dan akhirnya menjadi tertib berlalu lintas, bukan ugal-ugalan di jalan,” tegasnya.

Bagi Supiansyah, keselamatan tetap menjadi hal utama. Bakat dan keberanian anak muda di dunia balap, menurutnya, perlu diarahkan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia berharap, dari kegiatan tersebut nantinya lahir pembalap-pembalap muda asal Kalimantan, yang mampu mengharumkan nama Banua, hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Harapan kita dapat melahirkan atlet-atlet yang bisa membanggakan Banua kita, di kancah nasional maupun internasional nantinya,” harapnya.

Ia bahkan berharap, suatu saat akan muncul pembalap asal Kalimantan yang mampu menembus level balap dunia.